Tentang Katarak

Apakah KATARAK itu

Katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, menyebabkan gangguan pada penglihatan.

Apa penyebab KATARAK

Katarak umumnya merupakan proses penuaan. Paparan sinar ultraviolet jangka panjang, penggunaan obat-obatan dan penyakit tertentu seperti diabetes juga dapat mempercepat timbulnya katarak. Katarak juga dapat terjadi pada saat lahir atau trauma pada mata.

Apa gejala-gejala KATARAK

Beberapa gejala umum Katarak antara lain:

  • Pandangan kabur yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau ukuran kacamata yang sering berubah.
  • Warna-warna tampak kusam.
  • Susah melihat di tempat yang terang akibat silau.
  • Kesulitan saat membaca atau mengemudi di malam hari.
Preview Mata
Operasi Katarak

Operasi KATARAK

  • Operasi katarak modern dikerjakan dengan teknik fakoemulsifikasi.
  • Pada fakoemulsifikasi sayatan pada kornea hanya sebesar 3mm.
  • Lewat sayatan ini dokter akan membuat pembukaan pada kapsul anterior katarak, kemudian memasukkan alat dengan ujung logam yang bergetar dengan kecepatan ultrasonik.
  • Alat ini meleburkan katarak sehingga memungkinkan untuk dihisap keluar dari mata.
  • Setelah katarak dileburkan dan dihisap keluar dari mata, bagian dalam kapsul lensa dibersihkan dengan alat khusus, kemudian dimasukkan lensa intraokuler.
  • Karena lubang pada kornea sangat kecil, biasanya operasi fakoemulsifikasi hanya membutuhkan anestesi lokal dengan tetes mata dan sering kali tidak membutuhkan jahitan.

MATA NORMAL

Pada mata normal, cahaya yang masuk akan dibiaskan oleh kornea, melalui pupil, dan difokuskan oleh lensa tepat pada retina. Retina terdiri dari nerve cells yang dinamakan rods and cones. Sel-sel tersebut merubah cahaya menjadi impuls listrik yang dikirim oleh syaraf optik ke otak kita.

MYOPIA

Myopia atau mata minus pada umumnya disebabkan oleh kornea yang lebih cembung dari normal, atau kepanjangan bola mata yang lebih panjang dari normal. Hal ini menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata dibiaskan dan difokuskan di depan retina, sehingga benda yang jauh cenderung terlihat buram. Kondisi myopia dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa cekung sehingga titik fokus cahaya yang semula berada di depan retina, akan difokuskan tepat pada retina.

HYPERMETROPIA

Hypermetropia atau mata plus pada umumnya disebabkan oleh kornea yang lebih datar dari normal, atau kepanjangan bola mata yang lebih pendek dari normal. Hal ini menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata dibiaskan dan difokuskan di belakang retina, sehingga benda yang dekat cenderung terlihat buram. Kondisi hypermetropia dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa cembung sehingga titik fokus cahaya yang semula berada di belakang retina, akan difokuskan tepat pada retina.

ASTIGMATISME

Astigmatisme atau silinder terjadi sebagai akibat permukaan kornea yang memiliki kelengkungan yang berbeda-beda. Pada mata normal, kornea memiliki lengkungan yang sama secara keseluruhan sehingga kornea berbentuk bulat, seperti bola. Pada mata astigmatisme, kelengkungan kornea yang berbeda-beda menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata dibiaskan dan difokuskan di beberapa titik pada retina, sehingga menghasilkan bayangan yang berbeda-beda. Kondisi astigmatisme dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa silinder.

MATA NORMAL

MATA NORMAL

Pada mata normal, cahaya yang masuk akan dibiaskan oleh kornea, melalui pupil, dan difokuskan oleh lensa tepat pada retina. Retina terdiri dari nerve cells yang dinamakan rods and cones. Sel-sel tersebut merubah cahaya menjadi impuls listrik yang dikirim oleh syaraf optik ke otak kita.

MYOPIA

MYOPIA

Myopia atau mata minus pada umumnya disebabkan oleh kornea yang lebih cembung dari normal, atau kepanjangan bola mata yang lebih panjang dari normal. Hal ini menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata dibiaskan dan difokuskan di depan retina, sehingga benda yang jauh cenderung terlihat buram. Kondisi myopia dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa cekung sehingga titik fokus cahaya yang semula berada di depan retina, akan difokuskan tepat pada retina.

HYPERMETROPIA

HYPERMETROPIA

Hypermetropia atau mata plus pada umumnya disebabkan oleh kornea yang lebih datar dari normal, atau kepanjangan bola mata yang lebih pendek dari normal. Hal ini menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata dibiaskan dan difokuskan di belakang retina, sehingga benda yang dekat cenderung terlihat buram. Kondisi hypermetropia dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa cembung sehingga titik fokus cahaya yang semula berada di belakang retina, akan difokuskan tepat pada retina.

ASTIGMATISME

ASTIGMATISME

Astigmatisme atau silinder terjadi sebagai akibat permukaan kornea yang memiliki kelengkungan yang berbeda-beda. Pada mata normal, kornea memiliki lengkungan yang sama secara keseluruhan sehingga kornea berbentuk bulat, seperti bola. Pada mata astigmatisme, kelengkungan kornea yang berbeda-beda menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata dibiaskan dan difokuskan di beberapa titik pada retina, sehingga menghasilkan bayangan yang berbeda-beda. Kondisi astigmatisme dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa silinder.

Anatomi Mata

Anatomi Mata

KORNEA
Kornea Mata

Merupakan struktur yang transparan yang menutupi iris dan pupil. Kornea memiliki permukaan cembung dan berfungsi hampir sama seperti lensa yang terletak diluar mata, dengan merefraksi cahaya yang masuk pada mata. Kornea juga memfokuskan sebagian besar cahaya yang masuk pada mata kita.

PUPIL
Pupil Mata

Pupil adalah bintik tengah yang merupakan celah dalam iris, tempat cahaya masuk guna mencapai retina. Ukuran pupil diatur oleh otot dilator dan sphincter, sehingga dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

LENSA
Lensa Mata

Lensa mata merupakan struktur transparan yang terletak diantara iris dan vitreous. Bagian ini berbentuk cembung, terletak tepat di belakang pupil. Lensa dikelilingi oleh kapsul yang transparan, dengan sampul yang elastis. Fungsi lensa adalah untuk memusatkan cahaya yang memasuki mata melalui kornea sehingga kita dapat melihat benda-benda dengan jelas. Seiring bertambahnya usia, lensa akan semakin keras, khususnya bagian pusat lensa.

IRIS
Iris Mata

Iris adalah diafragma di depan lensa yang berfungsi untuk memperlebar atau memperkecil ukuran pupil untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk dalam mata.

KONJUNGTIVA
Konjungtiva Mata

Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang.

BADAN SILIAR
Badan Siliar Mata

Badan siliar dengan panjang kira-kira 2,5 mm terdiri dari otot siliar dan suspensory ligament. Badan siliar ini bertanggung jawab untuk produksi utama cairan aqueous dan membantu akomodasi lensa supaya cahaya dapat difokuskan tepat pada retina. Badan siliar secara langsung mengontrol kemampuan fokus mata.

SKLERA
Sklera Mata

Sklera yang berwarna putih buram membentuk 5/6 bagian posterior lapisan pelindung mata.

KOROID
Koroid Mata

Koroid merupakan lanjutan iris dan badan siliar, terletak antara retina dan sklera. Fungsi utamanya adalah menyediakan nutrisi untuk lapisan luar retina.

RETINA
Retina Mata

Retina merupakan lapisan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata. Sama halnya seperti film dalam kamera, bayangan benda yang masuk dari lensa difokuskan pada retina. Retina kemudian mengolah bayangan-bayangan ini menjadi impuls-impuls listrik yang dikirimkan ke otak. Retina terdiri dari sel reseptor sensoris untuk transmisi cahaya yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : rod dan cone. Reseptor rod berfungsi baik saat pencahayaan yang sangat lemah. Jumlah reseptor cone hanya kira-kira 6 juta, sedangkan jumlah reseptor rod 125 juta. Penglihatan dengan menggunakan reseptor rod relatif buruk. Penglihatan untuk yang berwarna seluruhnya bergantung pada kesatuan reseptor cone. Reseptor cone membentuk area yang terpusat pada retina dan dikenal sebagai fovea, yang terletakdi pusat macula lutea.

MAKULA
Makula Mata

Makula adalah bagian tengah retina yang bertanggung jawab untuk memproses penglihatan rinci.

SARAF OPTIKUS
Saraf Optikus Mata

Saraf optikus terletak di bagian posterior bola mata dan mengirimkan rangsangan visual dari retina ke otak itu sendiri.

BADAN VITREOUS
Badan Vitreous Mata

Vitreous Body merupakan cairan bening di dalam bola mata yang mengisi ruang antara lensa dan retina.